Susah bener nyari tenaga buruh di kampung.
Kalaupun ada, yang tersedia adalah tenaga buruh yang sudah tua dengan kemampuan
yang tidak optimal lagi. Kalau tidak ya adanya adalah pekerja yang seadanya
dengan kemapuan yang seadanya juga. Ya, desa saat ini memang kehilangan
pamornya. Banyak tenaga-tenaga muda umumnya enggan untuk bekerja di tanah
kelahiran mereka sendiri. Lahan pekerjaan yang tersedia di kampong yang hanya
berkutat pada pertanian dan pekerjaan kasar umumnya kurang menarik bagi
generasi sekarang. Seiring menurunkan ketersediaan tenaga kerja, kilau
kehidupan ekonomi di desa pun mulai temaram.
Sedangkan di sudut
yang lain, kota menjadi daya tarik khususnya bagi penduduk desa. Kota memiliki
segala hal yang dianggap menarik. Iming-iming peluang kerja yang lebih banyak
serta dengan segala hingar bingarnya membuat penduduk desa tutup mata atas
segala risiko yang mungkin akan muncul manakala bertransmigrasi ke kota. Tuntutan
hidup memang membuat pemuda-pemuda desa memilih bekerja di kota dibandingkan
dengan mencari penghidupan di desanya.
Silaunya sorot
lampu kota besar ini bukan tanpa masalah. Perpindahan penduduk desa acapkali
menyebabkan permasalahan baru seiring perkembangan kota. Pemukiman kumuh, peningkatan
kejahatan, rendahnya kualitas hidup, dan permasalahan kependudukan lainnya
biasanya dikaitkan dengan adanya perpindahan masyarakat desa yang mengadu nasib
ke kota ini. Permasalahan tersebut mungkin dianggap sebagai salah satu
konsekuensi dari perkembangan kota.
Permasalahan
kekurangan sumber daya manusia di pedesaan ini memang perlu mendapat perhatian
dari pemerintah. Mengapa demikian? Pertumbuhan ekonomi dan pemerataan
kesejahteraan masyarakat seharusnya tidak hanya ditumpukan pada gerak ekonomi
di perkotaan. Apalagi jika ingin mengaku sebagai Negara agraris, maka sektor pertanian
–yang membutuhkan sumber daya manusa yang mumpuni- juga perlu diperhatikan. Padahal
makin lama makin banyak dibutuhkan sumber-sumber pangan yang hulunya adalah
pertanian di pedesaan. Iklim ekonomi yang baik perlu ditumbuhkan agar desa juga
memiliki sinar-sinar penghidupan seperti sinar lampu yang dapat menarik laron-laron
di sekitarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar