Minggu, 07 Januari 2018

Hilangnya Kenyamanan Area Publik

Tahun 2018 dimulai dengan gegap gempita persiapan pemilihan kepala daerah serentak. Ada beberapa kabupaten/kota beserta provinsi yang menghelat pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Siklus demokrasi ini tak pelak menyedot perhatian masyarakat luas baik yang serius maupun yang apatis terhadap proses penentuan pemimpin daerah tersebut.
Hal yang menjadi umum ditemukan pada masa Pilkada adalah banyak munculnya muka-muka calon pemimpin yang bertengger di area public, entah pinggir jalan, tertempel di pohon atau tiang listrik atau yang lebih elit, muncul pada baliho-baliho besar sudut kota. Upaya promosi ini tak pelak merupakan suatu upaya pengenalan diri kepada masyarakat terhadap keberanian si calon pemimpin. Dan tentunya harapan mereka adalah agar masyarakat luas mengenali dan kemudian mencoblos muka mereka pada saat di bilik suara nantinya.
Permasalahan muncul tatkala upaya sosialisasi kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara yang kurang elegan. Pemasangan baliho maupun foto calon yang massif di area publik umumnya mengotori area publik itu sendiri. Pohon-pohon yang menyejukkan umumnya juga menjadi korban dari pemasangan foto-foto calon pemimpin ini.
Di sisi lain, upaya promosi ini juga masih perlu ditinjau keefektivitasannya dalam memberikan pilihan calon pemimpin bagi masyarakat. Calon pemimpin yang paling banyak pasang baliho tidak menjamin akan menang dan memberikan pilihan terbaik bagi masyarakatnya.
Lalu bagaimana solusi yang lebih baik yang dapat dipilih?
1.    Masyarakat memang diharapkan tidak apatis terhadap politik local, sehingga masyarakat sendirilah yang secara aktif mencari tahu alternative pilihan-pilihan calon pemimpin yang akan dipilihnya.
2.    Perlu ada pengaturan yang ketat dalam pelaksanaan promosi/pengenalan diri bagi para calon pemimpin ini. Contohnya: dilarang pasang baliho dengan cara dipaku di pohon, memasang foto calon di tempat-tempat netral seperti rumah sakit, sekolah, tempat ibadah, kantor instansi dan tempat-tempat netral lainnya. Upanya pengaturan ini tentunya harus dipatuhi bersama dengan pengawasan yang ketat dari aparat dan masyarakat.
3.    Perlu adanya difasilitasi dengan kegiatan-kegiatan pengenalan seperti jumpa calon pemimpin, diskusi di tempat umum, pengenalan calon pemimpin dengan media ramah lingkungan dan dengan pendekatan-pendekatan lainnya yang lebih bertanggung jawab.

Beberapa hal di atas perlu dipikirkan mengingat area publik merupakan area milik bersama yang diharapkan dapat dinikmati bersama, memberikan kesan keindahan dan kenyamanan bagi penghuni daerah tersebut. Pohon-pohon yang  hijau bersih tentu akan lebih menyenangkan dan enak dilihat dibandingkan dengan pohon-pohon yang ada dihuni oleh foto-foto orang yang entah akan memimpin kita atau tidak beberapa waktu ke depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar