Tampilkan postingan dengan label Soulty Talk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Soulty Talk. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Oktober 2013

Sibukkan pikiranku, atau pikiranku akan menyibukkanku

Kendali ada pada diri kita, kendali ada di pikiran kita.

Dalam hadist kedua belas Hadist Arbain dituliskan:

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (Hadits hasan, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2318 dan yang lainnya)

Tidak bermanfaat itu tidak baik maka perlu ditinggalkan. Begitu banyak waktu yang dibuang untuk mengurusi hal-hal yang langsung maupun tidak langsung, telah terbukti tidak memberikan dampak positif bagi kita.
Foto: nytimes.com

Ekses dari terlalu memberi perhatian pada hal tidak berguna adalah kita menjadi tidak fokus pada hal-hal yang berguna. Energi kita yang terbatas akan diporsir pada hal tidak berguna sehingga kita akan terlalu kelelahan ketika dihadapkan pada pertanyaan "Tujuanmu sebenarnya adalah bla bla bla, tapi kenapa tidak kamu capai? kemana saja kamu selama ini?"



Bahan Bacaan:
http://muslim.or.id/hadits/meninggalkan-perkara-tidak-bermanfaat-1.html

Kamis, 19 Mei 2011

Qur'an Surat Al Furqon ayat ke-74

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami pemimpin bagi pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.

Adab Jual Beli


Syekh Sayyid Nada dalam sebuah buku mengungkapkan sejumlah adab dalam jual beli sebagai berikut:
1. Tidak menjual sesuatu yang haram.
2. Tidak melakukan sistem perdagangan terlarang seperti menjual barang yang tidak dimiliki sebagaimana dalam hadist Riwayat Ahmad, Abu Dawud dasn Annasai, Jangan kamu menjual sesuatu yang tidak engkau miliki.
3. Tidak terlalu banyak mengambl untung
4. Tidak membiasakan bersumpah ketika berdagang sebagaimana dalam hadist, Janganlah kalian banyak bersumpah ketika berdagang, sebab cara seperti itu melariskan dagangan lalu menghilangkan keberkahannya Hadist Riwayat Muslim
5. Tidak berbohong dalam berdagang
6. Tidak melebihkan timbangan atau menguranginya sebagaimana dalam Qur'an Surat Al- MUttaffifin, 1-3
7. Bersikap pemaaf, mempermudah, dan lemah lembut dalam melakukan jual-beli
8. Tidak meniimbun dan memonopoli dagangan, Tidaklah seseorang menimbun barang melainkan pelaku maksiat Hadist Riwayat Muslim

Selasa, 15 Maret 2011

Sisi-sisi kehidupan Rasululloh

Berikut beberapa poin yang diperoleh dari sebuah ceramah di sebuah radio Banda Aceh di minggu pagi
Catatan: masih perlu ditelusuri sumber hadist yang menjelaskan poin-poin di bawah ini.

Sisi Romantisme Rasululah kepada pasangan
• Menjadikan lututnya sebagai tumpuan saat istrinya kesulitan untuk naik ke atas pelana onta
• Mengajak istrinya (dengan cara mengundi) untuk pergi ke luar kota ketika dinas
• Sengaja membiarkan Aisyah untuk tetap terlelap tidur ketika Rasulullah pulang larut malam

Kecintaan Rasulullah kepada anak kecil
Ketika nabi berjalan dan menemui ada segerombolan anak kecil maka nabi menciumi anak kecil itu sebagai bentuk kecintaannya kepada anak kecil. Dan saat itu, ada sahabat yang berkata, “Wahai Rasululloh, kenapa engkau mencium anak kecil tadi?, Saya memiliki anak yang banyak namun belum sekalipun saya mencium anak-anak saya sebagaimana yang Rasulullah lakukan tadi”. Kemudian Rasulullah berkata, “Barang siapa yang tidak menyayangi anak kecil maka tidak pantaslah ia pun disayangi”.
• Rasululloh memperlama sujudnya karena membiarkan cucunya untuk menaiki pundak rasululloh pada saat beliau sedang mengerjakan shalat berjamaah. Seusai shalat, para sahabat pun bertanya mengapa Rasulullah tadi memperlama sujudnya dan Rasulullah kemudian menjawab, “Tadi Hasan/Husein sedang bermain dan menaiki pundakku dan aku takut jika mereka jatuh tatkala aku berdiri maka kuperlama sujud tadi”
• Rasulullah tidak membeda-bedakan antara cucu yang berasal dari putra maupun puteri
• Rasulullah menangis ketika anak putranya meninggal dunia

Sisi kemanusiaan Rasulullah sebagai Mertua
• Rasulullah mempermudah proses pernikahan Fatimah (putri beliau) dengan Ali. Pada saat meminang fatimah, Rasulullah sudah menyadari gerak gerik Ali yaang malu-malu
• Rasulullah mempersilakan salah satu menantunya utnuk menikahi puterinya yang lain pada saat menantunya itu kehilangan istrinya

Rasululloh sebagai seorang Ayah
• Rasululloh tetap memperhatikan kehidupan Fatimah meskipun telah membina keluarga sendiri namun tetap menjaga privasi dari rumah tangga fatimah

Selasa, 08 Maret 2011

Niatkan apa yang kita rencanakan

“Bagaimana kita rencana hari ini?” saya tayakan hal yang sama dengan bentuk pertanyaan yang lain, “Apakah hal-hal baik yang telah kita niatkan hari ini?”

Jika diamati, kedua pertanyaan di atas kiranya merupakan satu ide yang disampaikan dengan dua cara. entah cara mana yang anda biasa dengar namun bentuk pertanyaan yang kedua kiranya lebih agamis diucapkan

Ya, jika kita sudah memiliki rencana berarti kita pun sudah memiliki niat atas kegiatan tersebut. apa spesialnya dari kegiatan yang sudah diniatkan?

Rasululloh SAW melalui salah satu sabdanya yang menjadi hadist pertama hadist arba’in menyatakan bahwa segala amal didasarkan atas niatnya, jika seseorang berhijrah dengan niat karena Alloh dan RasulNya, berarti hijrahnya karena Alloh dan rasulNya. Apabila seseorag berhijrah karena wanita yang akan dinikahinya atau karena dunia yang akan dimilikinya maka hijrahnya adalah karena hal tersebut.

Begitu pentingnya peranan niat dalam menentukan tujuan yang hendak dicapai dan keridhoan Alloh atas niat tersebut. Alloh Yang Maha pemurah pun memberikan janji untuk memberikan pahala atas niat amal baik meski niat itu tidak direalisasikan karena suatu alangan tertentu dan sebaliknya, Alloh tidak mencatatnya sebagai dosa atas suatu niatan buruk yang hingga niatan tersebut direalisasikan dalam sebuah aksi.

Terkait hal tersebut di atas kiranya kita dapat mengambil ibrah (pelajaran) bahwa begitu besarnya kemurahan yang Alloh berikan kepada hambanya untuk berbuat baik meskipun masih dalam lubuk hati (dalam bentuk niat) dan kemurahan Alloh tersebut akan lebih berlipat jika niatan tersebut direalisasikan dalam bentuk tindakan nyata

Kiranya perencanaan hanyalan bentuk lain dari kata niat, jadi alangkah eloknya jika seseorang berniat baik dianggap sama dengan merencanakan untuk berbuat baik. perencaan yang baik adalah perencanaan yang direalisasikan.

So, mulai dari sekarang, mari niatkan kegiatan kita