Selasa, 08 Maret 2011

Niatkan apa yang kita rencanakan

“Bagaimana kita rencana hari ini?” saya tayakan hal yang sama dengan bentuk pertanyaan yang lain, “Apakah hal-hal baik yang telah kita niatkan hari ini?”

Jika diamati, kedua pertanyaan di atas kiranya merupakan satu ide yang disampaikan dengan dua cara. entah cara mana yang anda biasa dengar namun bentuk pertanyaan yang kedua kiranya lebih agamis diucapkan

Ya, jika kita sudah memiliki rencana berarti kita pun sudah memiliki niat atas kegiatan tersebut. apa spesialnya dari kegiatan yang sudah diniatkan?

Rasululloh SAW melalui salah satu sabdanya yang menjadi hadist pertama hadist arba’in menyatakan bahwa segala amal didasarkan atas niatnya, jika seseorang berhijrah dengan niat karena Alloh dan RasulNya, berarti hijrahnya karena Alloh dan rasulNya. Apabila seseorag berhijrah karena wanita yang akan dinikahinya atau karena dunia yang akan dimilikinya maka hijrahnya adalah karena hal tersebut.

Begitu pentingnya peranan niat dalam menentukan tujuan yang hendak dicapai dan keridhoan Alloh atas niat tersebut. Alloh Yang Maha pemurah pun memberikan janji untuk memberikan pahala atas niat amal baik meski niat itu tidak direalisasikan karena suatu alangan tertentu dan sebaliknya, Alloh tidak mencatatnya sebagai dosa atas suatu niatan buruk yang hingga niatan tersebut direalisasikan dalam sebuah aksi.

Terkait hal tersebut di atas kiranya kita dapat mengambil ibrah (pelajaran) bahwa begitu besarnya kemurahan yang Alloh berikan kepada hambanya untuk berbuat baik meskipun masih dalam lubuk hati (dalam bentuk niat) dan kemurahan Alloh tersebut akan lebih berlipat jika niatan tersebut direalisasikan dalam bentuk tindakan nyata

Kiranya perencanaan hanyalan bentuk lain dari kata niat, jadi alangkah eloknya jika seseorang berniat baik dianggap sama dengan merencanakan untuk berbuat baik. perencaan yang baik adalah perencanaan yang direalisasikan.

So, mulai dari sekarang, mari niatkan kegiatan kita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar