Jumat, 11 Maret 2011

Siren Starbucks, Putri Duyung Berekor Dua Yang Menyihir Kopi Menjadi Life Style


Ketika perkembangan globalisasi tidak dapat dibendung, arus masuknya ikon-ikon produk di seluruh dunia menjadi hal yang tidak dapat dielakkan, tak terkecuali di Indonesia. Starbucks yang awalnya hanya ada Amerika Serikat, kini telah menyebar ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia. Mari sejenak melihat sisi-sisi perusahaan yang awalnya didirikan pada Tahun 1971 oleh tiga sahabat yaitu Jerry Baldin (Guru Bahasa Inggris), Zev Siegel (Guru Sejarah) dan Gordon Bowker (Penulis).

Seatle 1971, awal mula Starbucks

Tiga sahabat yaitu Jerry Baldin (Guru Bahasa Inggris), Zev Siegel (Guru Sejarah) dan Gordon Bowker (Penulis) terilhami oleh untuk mendirikan toko tempat menjual biji kopi hijau yang dibeli dari para petani.

Schultz dan Akuisisi yang Cemerlang

Schultz sekarang ini dikenal (bagi yang mengenal) sebagai pebisnis Amerika yang menjadi CEO (Chief Executive of Organization) dari Starbucks. Jika kita merunut pada sejarah, Schultz baru memiliki Starbuks pada Tahun 1986 setelah Trio Pendiri menjualnya dengan harga $ 3.8 million.

Pada tahun 1982, Schultz bergabung dengan Perusahaan Strabucks milik Trio Pendiri dan menjabat sebagai Director of Marketing di salah satu cabangnya di Seattle. Liburannya ke Milan, Italia memberikan pengalaman yang memberinya ide tentang pengembangan Starbucks. Ia melihat bahwa di Milan, kafe/bar kopi disana ada di sepanjang jalan dan Bar di Milan tidak hanya dijadikan sebagai tempat menjual kopi saja namun juga dijadikan sebagai tempat pertemuan dan fungsi publik lainnya dan hal ini telah menjadi suatu bagian yang besar dari gaya hidup di Milan, Itali.

Dikarenakan kecewa terhadap penolakan yang diberikan oleh Trio Pendiri, Schultz memutuskan untuk mendirikan usaha kopi sendiri dengan merek “II Giornale” pada 1985 . Sebagai obat atas penolakan tersebut, usaha kopi yang dijalankan Schultz dijalankan dan difokuskan sebagaimana ide yang didapatnya dari Milan yaitu dengan menjual kopi ekspresso dengan memberikan sentuhan kafe sebagai tempat pertemuan bagi masyarakat.

Tahun 1987 menjadi tonggak sejarah bagi Schultz dan Starbucks, Trio Pendiri setelah menjalankan bisnisnya selama 16 tahun memutuskan untuk fokus pada penjualan Peet's Coffee & Tea dan menjual retail Starbucks kepada Schultz. Maka beralihlah kepemilikan Merek dagang Starbuks ini kepada Pemilik Kopi “II Giordinale” ini. Atas akuisisi ini, Schultz tetap mempertahankan merek Starbuks dan nama II Giornale dihilangkan. Mulai saat itu lah nama Schlutz melekat pada Strabucks hingga sekarang.

Perkembangan usaha dan ekspansi bisnis

masih belum ada ide utk nyari bahannya.. hehe


Perkembangan dan Diversivikasi Produk

Hanya biji kopi dan rempah-rempah yang dijual Starbuks pada awal kemunculannya. Pada masa Starbucks masih dalam kepemilikan Trio pendirinya (liat nama-nama pendirinya di atas),

Pada Tahun 2011, seiring perkembangannya yang pesat dan kebijakan baru manajerialnya, Starbuks melihat bahwa prospek ke depannya akan lebih menguntungkan untuk memperlebar produknya dengan tidak melulu menjual kopi sebagai barang dagangannya. Bisa jadi kita bisa minum jus apel di Starbuks. hehe

Morfologi Logo dan Kontroversinya

Setiap orang yang mengaku pecinta Starbucks pasti mengenal si Siren, putri duyung yang dijadikan sebagai ikon kopi ini. Ide dari pemakian logo ini adalah si Siren, sebuah putri duyung dengan dua buah ekor (two tailed-mermaid). Merunut pada mitologi yunani, putri duyung merupakan sosok yang ditemukan para pelaut ketika berlayar. Putri duyung ini akan memainkan musik yang indah yang menyihir para pelaut untuk tertarik kepada putri duyung tersebut. Dalam hiptopis si putri duyung, para pelaut tersebut akan dibunuh oleh putri duyung yang digambarkan sebagai sosok yang cantik jelita tersebut.

Pada awal kemunculannya, logo Starbucks menggunakan Si Siren dengan gamblang sebagai penjelmaan dari makhluk setengah manusia dan setengah ikan dengan dua buah ekor. Logo ini berangsur-angsur diubah yaitu pada tahun 1987, 1992 dan yang terakhir yaitu pada 2011 yang bertepatan dengan 40 tahun kelahirannya.

Pada perubahan bentuk logo pertamanya yaitu pada tahun 1987, terlihat Starbuks berupaya mengeliminasi penekanan sisi Siren sebagai sebuah sosok dengan pertimbangan etis yang pada waktu itu dipandang kontroversial. Sebagai akibat penggabungan/akuisisi “II Giornale” dan Starbuks pada 1987 maka terjadi penggabungan antara logo awal Stabuks dengan logo “II Giornale” tersebut. Penambahan elemen warna hijau dan lingkaran yang mengelilingi Si Siren merupakan hasil akuisisi tersebut.




Perubahan logo yang kedua Starbucks tidak seekstrim perubahan yang pertama. Upaya menekankan senyum Si Siren terlihat dari upaya memperbesar (Zoom) sosok Siren dan penghilangan “Belly Button” kiranya disebabkan karena pertimbangan etis. Upaya memperbesar (Zoom) tersebut mengaburkan jati diri Siren sebagai sosok putri duyung. Melalui logo baru ini, tidak sedikit orang yang sadar/aware bahwa dalam logo tersebut, terdapat sosok putri duyung di dalamnya.

Kebijakan manajerial pada Tahun 2011 dengan slogan “A Look at the Future of Starbucks” membuat Starbuks kembali merombak brand logonya. Dengan mempertahankan ikon Si Siren dan warna hijau dan menghilangkan dua lingkaran yang mengelilingi Si Siren dan Tulisan “Starbucks Coffee” membuat sebagian penggemar Starbucks menjadi kecewa karena dianggap kurang solid dan menghilangkan identitas Starbucks yang selama ini melekat dengan imej kopi. Perubahan logo pada tahun 2011 ini dilakukan sebagai berusaha memberikan imej bahwa Starbuks tidak melulu menjual kopi saja.


Sebagai sebuah strategi dalam pemasaran, biarlah masyarakat yang menilai tindakan berisiko yang telah diambil oleh manajerial Starbucks. Pasar lah yang nantinya akan memberikan penilain apakah sosok Si Siren (tanpa tulisan Starbucks Coffee) akan menjadi Brand Image sekuat tanda “M kuning melingkar”nya Mc Donald atau tanda “Contreng”nya Nike



Peuniti,11 Maret 2011

Referensi:
1) http://ms.wikipedia.org/wiki/Starbucks
2) http://www.starbucks.com/about-us/company-information
3) http://en.wikipedia.org/wiki/Howard_Schultz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar