Semenjak dilanda tsunami pada 26 desember 2004, aceh selaku daerah yang mengalami imbas terbesar, sekarang sedang melakukan pembenahan yang berarti ke arah pembangunan yang bertujuan menyejahterakan masyarakatnya. Kehidupan masyarakat yang hancur pasca tsunami, mulai berangsur-angsur dipulihkan melalui kegiatan pembangunan baik yang didanai oleh dana asing/bantuan asing maupun dana swadaya dari masyarakat domestik yang simpati terhadap penderitaan masyarakat aceh.
Jika kita menilik pada upaya pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Aceh pasca tsunami, terlihat upaya-upaya yang telah dilakukan tetap berpijak pada adat kebiasaan dan keekslusifan Aceh sebagai daerah Istimewa di Indonesia. Hal ini terlihat dari pembangunan yang dilakukan masih menjaga keotentikan aceh sebagai daerah yang dijuluki Serambi Mekah. Buktinya, pembangunan yang dilakukan tidak kebablasan dan tidak meniru pembangunan-pembangunan ala kota-kota lain di Indonesia.
Di wilayah Indonesia lain, pembangunan akan selalu dikaitkan dengan tingkat modal besar yang masuk ke daerah tersebut. Pembangunan akan dikatakan tinggi seolah direfleksikan dengan besaran jumlah mall, departemen store, bioskop, dan jumlah francise segala bentuk baik francise domestik maupun francise asing yang dibangun di kota tersebut. Dalihnya, adanya mode-mode pembangunan seperti ini akan turut menggerakkan sektor ekonomi di daerah tesebut.
Bagi para pemodal besar dan para franchisee, sangat sulit untuk ikut serta (atau malah menggempur) pembangunan di aceh. Pemerintah daerah aceh sangat selektif dan protektif terhadap orang asing yang ingin menanamkan modalnya (dan atau mengeruk keuntungan) di Banda Aceh. Regulasi yang ketat dan budaya setempat menjadi hambatan (barrier) yang tak dapat dielakkan. Secara aturan, Pemerintah Daerah Banda Aceh sangat membatasi/mempersulit akses pemilik modal tersebut untuk dapat memasuki pusat kota. Pusat hiburan ala mall diatur untuk didirikan hanya di pinggiran kota, sehingga masyarakat yang tidak memiliki akses mobilisasi yang personal akan berpikir dua kali jika ingin membeli produk atau sekedar berjalan-jalan di Pusat Hiburan di pinggir kota tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar