Berikut beberapa poin yang diperoleh dari sebuah ceramah di sebuah radio Banda Aceh di minggu pagi
Catatan: masih perlu ditelusuri sumber hadist yang menjelaskan poin-poin di bawah ini.
Sisi Romantisme Rasululah kepada pasangan
• Menjadikan lututnya sebagai tumpuan saat istrinya kesulitan untuk naik ke atas pelana onta
• Mengajak istrinya (dengan cara mengundi) untuk pergi ke luar kota ketika dinas
• Sengaja membiarkan Aisyah untuk tetap terlelap tidur ketika Rasulullah pulang larut malam
Kecintaan Rasulullah kepada anak kecil•
Ketika nabi berjalan dan menemui ada segerombolan anak kecil maka nabi menciumi anak kecil itu sebagai bentuk kecintaannya kepada anak kecil. Dan saat itu, ada sahabat yang berkata, “Wahai Rasululloh, kenapa engkau mencium anak kecil tadi?, Saya memiliki anak yang banyak namun belum sekalipun saya mencium anak-anak saya sebagaimana yang Rasulullah lakukan tadi”. Kemudian Rasulullah berkata, “Barang siapa yang tidak menyayangi anak kecil maka tidak pantaslah ia pun disayangi”.
• Rasululloh memperlama sujudnya karena membiarkan cucunya untuk menaiki pundak rasululloh pada saat beliau sedang mengerjakan shalat berjamaah. Seusai shalat, para sahabat pun bertanya mengapa Rasulullah tadi memperlama sujudnya dan Rasulullah kemudian menjawab, “Tadi Hasan/Husein sedang bermain dan menaiki pundakku dan aku takut jika mereka jatuh tatkala aku berdiri maka kuperlama sujud tadi”
• Rasulullah tidak membeda-bedakan antara cucu yang berasal dari putra maupun puteri
• Rasulullah menangis ketika anak putranya meninggal dunia
Sisi kemanusiaan Rasulullah sebagai Mertua
• Rasulullah mempermudah proses pernikahan Fatimah (putri beliau) dengan Ali. Pada saat meminang fatimah, Rasulullah sudah menyadari gerak gerik Ali yaang malu-malu
• Rasulullah mempersilakan salah satu menantunya utnuk menikahi puterinya yang lain pada saat menantunya itu kehilangan istrinya
Rasululloh sebagai seorang Ayah
• Rasululloh tetap memperhatikan kehidupan Fatimah meskipun telah membina keluarga sendiri namun tetap menjaga privasi dari rumah tangga fatimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar