Sabtu, 12 September 2015

Berapa Biaya Gaya Hidupmu?

Setiap manusia diciptakan unik, dengan begitu segala tindak tanduknya memanglah unik, berbeda satu dengan yang lain. Setiap satu orang tidak memiliki perilaku yang sama persis dengan orang di sampingnya, keluarga, maupun tetangganya.
Namun demikian, ketidakmiripan ini tentu bukan berarti sulit mengumpulkan orang karena ketidaksamaan perilaku tadi. Sifat manusia yang social membuat manusia melakukan penyesuaian dengan manusia di sekililingnya. Perbedaan sifat tadi berangsur-angsur luruh dan melebur dengan lingkungan sekitarnya. Kondisi seperti ini pada akhirnya akan membuat kesamaan perilaku yang diterima secara umum yang biasanya disebut kebiasaan, dan adat masyarakat.
Kebiasaan sosial menuntut seseorang berperilaku yang tidak terlalu menyimpang dengan nilai-nilai yang telah disepakati dan diterima secara komunal oleh publik. Kebiasaan ini lambat laun juga mempengaruhi gaya hidup bersosial masyarakat. Seseorang akan dianggap tidak lumrah manakala tidak bergaya hidup layaknya perilaku teman-teman yang lain.  
Manakala gaya hidup sudah dikaitkan dengan kebiasaan orang lain, kecenderungannya adalah akan muncul suatu biaya yang diperlukan seseorang untuk dapat dianggap gaul dan diterima oleh lingkungannya. Menjadi diterima oleh lingkungan juga merupakan kebutuhan manusia dalam hal eksistensi.
Di lingkungan perokok, minimal seseorang perlu menyediakaan rokok. Kalau perlu menjadi perokok aktif dibanding menjadi perokok pasif. Di lingkungan pembaca buku, setiap orang minimal menyediakan buku baru atau info buku yang bisa dijadikan bahan chit-chat dengan teman-temannya. Manakala gaul itu diterjemahkan sebagai selalu hangout di warung kopi, tak pelak pengeluaran bulanan juga harus menyediaan biaya ngopi disamping kebutuhan primer makan dan minum.

Pada akhirnya, silakan ditanyakan kepada diri sendiri, berapa harga gaya hidupmu?