Berikut beberapa poin yang diperoleh dari sebuah ceramah di sebuah radio Banda Aceh di minggu pagi
Catatan: masih perlu ditelusuri sumber hadist yang menjelaskan poin-poin di bawah ini.
Sisi Romantisme Rasululah kepada pasangan
• Menjadikan lututnya sebagai tumpuan saat istrinya kesulitan untuk naik ke atas pelana onta
• Mengajak istrinya (dengan cara mengundi) untuk pergi ke luar kota ketika dinas
• Sengaja membiarkan Aisyah untuk tetap terlelap tidur ketika Rasulullah pulang larut malam
Kecintaan Rasulullah kepada anak kecil•
Ketika nabi berjalan dan menemui ada segerombolan anak kecil maka nabi menciumi anak kecil itu sebagai bentuk kecintaannya kepada anak kecil. Dan saat itu, ada sahabat yang berkata, “Wahai Rasululloh, kenapa engkau mencium anak kecil tadi?, Saya memiliki anak yang banyak namun belum sekalipun saya mencium anak-anak saya sebagaimana yang Rasulullah lakukan tadi”. Kemudian Rasulullah berkata, “Barang siapa yang tidak menyayangi anak kecil maka tidak pantaslah ia pun disayangi”.
• Rasululloh memperlama sujudnya karena membiarkan cucunya untuk menaiki pundak rasululloh pada saat beliau sedang mengerjakan shalat berjamaah. Seusai shalat, para sahabat pun bertanya mengapa Rasulullah tadi memperlama sujudnya dan Rasulullah kemudian menjawab, “Tadi Hasan/Husein sedang bermain dan menaiki pundakku dan aku takut jika mereka jatuh tatkala aku berdiri maka kuperlama sujud tadi”
• Rasulullah tidak membeda-bedakan antara cucu yang berasal dari putra maupun puteri
• Rasulullah menangis ketika anak putranya meninggal dunia
Sisi kemanusiaan Rasulullah sebagai Mertua
• Rasulullah mempermudah proses pernikahan Fatimah (putri beliau) dengan Ali. Pada saat meminang fatimah, Rasulullah sudah menyadari gerak gerik Ali yaang malu-malu
• Rasulullah mempersilakan salah satu menantunya utnuk menikahi puterinya yang lain pada saat menantunya itu kehilangan istrinya
Rasululloh sebagai seorang Ayah
• Rasululloh tetap memperhatikan kehidupan Fatimah meskipun telah membina keluarga sendiri namun tetap menjaga privasi dari rumah tangga fatimah
Selasa, 15 Maret 2011
Jumat, 11 Maret 2011
Siren Starbucks, Putri Duyung Berekor Dua Yang Menyihir Kopi Menjadi Life Style
Ketika perkembangan globalisasi tidak dapat dibendung, arus masuknya ikon-ikon produk di seluruh dunia menjadi hal yang tidak dapat dielakkan, tak terkecuali di Indonesia. Starbucks yang awalnya hanya ada Amerika Serikat, kini telah menyebar ke lebih dari 50 negara di seluruh dunia. Mari sejenak melihat sisi-sisi perusahaan yang awalnya didirikan pada Tahun 1971 oleh tiga sahabat yaitu Jerry Baldin (Guru Bahasa Inggris), Zev Siegel (Guru Sejarah) dan Gordon Bowker (Penulis).
Seatle 1971, awal mula Starbucks
Tiga sahabat yaitu Jerry Baldin (Guru Bahasa Inggris), Zev Siegel (Guru Sejarah) dan Gordon Bowker (Penulis) terilhami oleh untuk mendirikan toko tempat menjual biji kopi hijau yang dibeli dari para petani.
Schultz dan Akuisisi yang Cemerlang
Schultz sekarang ini dikenal (bagi yang mengenal) sebagai pebisnis Amerika yang menjadi CEO (Chief Executive of Organization) dari Starbucks. Jika kita merunut pada sejarah, Schultz baru memiliki Starbuks pada Tahun 1986 setelah Trio Pendiri menjualnya dengan harga $ 3.8 million.
Pada tahun 1982, Schultz bergabung dengan Perusahaan Strabucks milik Trio Pendiri dan menjabat sebagai Director of Marketing di salah satu cabangnya di Seattle. Liburannya ke Milan, Italia memberikan pengalaman yang memberinya ide tentang pengembangan Starbucks. Ia melihat bahwa di Milan, kafe/bar kopi disana ada di sepanjang jalan dan Bar di Milan tidak hanya dijadikan sebagai tempat menjual kopi saja namun juga dijadikan sebagai tempat pertemuan dan fungsi publik lainnya dan hal ini telah menjadi suatu bagian yang besar dari gaya hidup di Milan, Itali.
Dikarenakan kecewa terhadap penolakan yang diberikan oleh Trio Pendiri, Schultz memutuskan untuk mendirikan usaha kopi sendiri dengan merek “II Giornale” pada 1985 . Sebagai obat atas penolakan tersebut, usaha kopi yang dijalankan Schultz dijalankan dan difokuskan sebagaimana ide yang didapatnya dari Milan yaitu dengan menjual kopi ekspresso dengan memberikan sentuhan kafe sebagai tempat pertemuan bagi masyarakat.
Tahun 1987 menjadi tonggak sejarah bagi Schultz dan Starbucks, Trio Pendiri setelah menjalankan bisnisnya selama 16 tahun memutuskan untuk fokus pada penjualan Peet's Coffee & Tea dan menjual retail Starbucks kepada Schultz. Maka beralihlah kepemilikan Merek dagang Starbuks ini kepada Pemilik Kopi “II Giordinale” ini. Atas akuisisi ini, Schultz tetap mempertahankan merek Starbuks dan nama II Giornale dihilangkan. Mulai saat itu lah nama Schlutz melekat pada Strabucks hingga sekarang.
Perkembangan usaha dan ekspansi bisnis
masih belum ada ide utk nyari bahannya.. hehe
Perkembangan dan Diversivikasi Produk
Hanya biji kopi dan rempah-rempah yang dijual Starbuks pada awal kemunculannya. Pada masa Starbucks masih dalam kepemilikan Trio pendirinya (liat nama-nama pendirinya di atas),
Pada Tahun 2011, seiring perkembangannya yang pesat dan kebijakan baru manajerialnya, Starbuks melihat bahwa prospek ke depannya akan lebih menguntungkan untuk memperlebar produknya dengan tidak melulu menjual kopi sebagai barang dagangannya. Bisa jadi kita bisa minum jus apel di Starbuks. hehe
Morfologi Logo dan Kontroversinya
Setiap orang yang mengaku pecinta Starbucks pasti mengenal si Siren, putri duyung yang dijadikan sebagai ikon kopi ini. Ide dari pemakian logo ini adalah si Siren, sebuah putri duyung dengan dua buah ekor (two tailed-mermaid). Merunut pada mitologi yunani, putri duyung merupakan sosok yang ditemukan para pelaut ketika berlayar. Putri duyung ini akan memainkan musik yang indah yang menyihir para pelaut untuk tertarik kepada putri duyung tersebut. Dalam hiptopis si putri duyung, para pelaut tersebut akan dibunuh oleh putri duyung yang digambarkan sebagai sosok yang cantik jelita tersebut.
Pada awal kemunculannya, logo Starbucks menggunakan Si Siren dengan gamblang sebagai penjelmaan dari makhluk setengah manusia dan setengah ikan dengan dua buah ekor. Logo ini berangsur-angsur diubah yaitu pada tahun 1987, 1992 dan yang terakhir yaitu pada 2011 yang bertepatan dengan 40 tahun kelahirannya.
Pada perubahan bentuk logo pertamanya yaitu pada tahun 1987, terlihat Starbuks berupaya mengeliminasi penekanan sisi Siren sebagai sebuah sosok dengan pertimbangan etis yang pada waktu itu dipandang kontroversial. Sebagai akibat penggabungan/akuisisi “II Giornale” dan Starbuks pada 1987 maka terjadi penggabungan antara logo awal Stabuks dengan logo “II Giornale” tersebut. Penambahan elemen warna hijau dan lingkaran yang mengelilingi Si Siren merupakan hasil akuisisi tersebut.
Perubahan logo yang kedua Starbucks tidak seekstrim perubahan yang pertama. Upaya menekankan senyum Si Siren terlihat dari upaya memperbesar (Zoom) sosok Siren dan penghilangan “Belly Button” kiranya disebabkan karena pertimbangan etis. Upaya memperbesar (Zoom) tersebut mengaburkan jati diri Siren sebagai sosok putri duyung. Melalui logo baru ini, tidak sedikit orang yang sadar/aware bahwa dalam logo tersebut, terdapat sosok putri duyung di dalamnya.
Kebijakan manajerial pada Tahun 2011 dengan slogan “A Look at the Future of Starbucks” membuat Starbuks kembali merombak brand logonya. Dengan mempertahankan ikon Si Siren dan warna hijau dan menghilangkan dua lingkaran yang mengelilingi Si Siren dan Tulisan “Starbucks Coffee” membuat sebagian penggemar Starbucks menjadi kecewa karena dianggap kurang solid dan menghilangkan identitas Starbucks yang selama ini melekat dengan imej kopi. Perubahan logo pada tahun 2011 ini dilakukan sebagai berusaha memberikan imej bahwa Starbuks tidak melulu menjual kopi saja.
Sebagai sebuah strategi dalam pemasaran, biarlah masyarakat yang menilai tindakan berisiko yang telah diambil oleh manajerial Starbucks. Pasar lah yang nantinya akan memberikan penilain apakah sosok Si Siren (tanpa tulisan Starbucks Coffee) akan menjadi Brand Image sekuat tanda “M kuning melingkar”nya Mc Donald atau tanda “Contreng”nya Nike
Peuniti,11 Maret 2011
Referensi:
1) http://ms.wikipedia.org/wiki/Starbucks
2) http://www.starbucks.com/about-us/company-information
3) http://en.wikipedia.org/wiki/Howard_Schultz
Selasa, 08 Maret 2011
Niatkan apa yang kita rencanakan
“Bagaimana kita rencana hari ini?” saya tayakan hal yang sama dengan bentuk pertanyaan yang lain, “Apakah hal-hal baik yang telah kita niatkan hari ini?”
Jika diamati, kedua pertanyaan di atas kiranya merupakan satu ide yang disampaikan dengan dua cara. entah cara mana yang anda biasa dengar namun bentuk pertanyaan yang kedua kiranya lebih agamis diucapkan
Ya, jika kita sudah memiliki rencana berarti kita pun sudah memiliki niat atas kegiatan tersebut. apa spesialnya dari kegiatan yang sudah diniatkan?
Rasululloh SAW melalui salah satu sabdanya yang menjadi hadist pertama hadist arba’in menyatakan bahwa segala amal didasarkan atas niatnya, jika seseorang berhijrah dengan niat karena Alloh dan RasulNya, berarti hijrahnya karena Alloh dan rasulNya. Apabila seseorag berhijrah karena wanita yang akan dinikahinya atau karena dunia yang akan dimilikinya maka hijrahnya adalah karena hal tersebut.
Begitu pentingnya peranan niat dalam menentukan tujuan yang hendak dicapai dan keridhoan Alloh atas niat tersebut. Alloh Yang Maha pemurah pun memberikan janji untuk memberikan pahala atas niat amal baik meski niat itu tidak direalisasikan karena suatu alangan tertentu dan sebaliknya, Alloh tidak mencatatnya sebagai dosa atas suatu niatan buruk yang hingga niatan tersebut direalisasikan dalam sebuah aksi.
Terkait hal tersebut di atas kiranya kita dapat mengambil ibrah (pelajaran) bahwa begitu besarnya kemurahan yang Alloh berikan kepada hambanya untuk berbuat baik meskipun masih dalam lubuk hati (dalam bentuk niat) dan kemurahan Alloh tersebut akan lebih berlipat jika niatan tersebut direalisasikan dalam bentuk tindakan nyata
Kiranya perencanaan hanyalan bentuk lain dari kata niat, jadi alangkah eloknya jika seseorang berniat baik dianggap sama dengan merencanakan untuk berbuat baik. perencaan yang baik adalah perencanaan yang direalisasikan.
So, mulai dari sekarang, mari niatkan kegiatan kita
Jika diamati, kedua pertanyaan di atas kiranya merupakan satu ide yang disampaikan dengan dua cara. entah cara mana yang anda biasa dengar namun bentuk pertanyaan yang kedua kiranya lebih agamis diucapkan
Ya, jika kita sudah memiliki rencana berarti kita pun sudah memiliki niat atas kegiatan tersebut. apa spesialnya dari kegiatan yang sudah diniatkan?
Rasululloh SAW melalui salah satu sabdanya yang menjadi hadist pertama hadist arba’in menyatakan bahwa segala amal didasarkan atas niatnya, jika seseorang berhijrah dengan niat karena Alloh dan RasulNya, berarti hijrahnya karena Alloh dan rasulNya. Apabila seseorag berhijrah karena wanita yang akan dinikahinya atau karena dunia yang akan dimilikinya maka hijrahnya adalah karena hal tersebut.
Begitu pentingnya peranan niat dalam menentukan tujuan yang hendak dicapai dan keridhoan Alloh atas niat tersebut. Alloh Yang Maha pemurah pun memberikan janji untuk memberikan pahala atas niat amal baik meski niat itu tidak direalisasikan karena suatu alangan tertentu dan sebaliknya, Alloh tidak mencatatnya sebagai dosa atas suatu niatan buruk yang hingga niatan tersebut direalisasikan dalam sebuah aksi.
Terkait hal tersebut di atas kiranya kita dapat mengambil ibrah (pelajaran) bahwa begitu besarnya kemurahan yang Alloh berikan kepada hambanya untuk berbuat baik meskipun masih dalam lubuk hati (dalam bentuk niat) dan kemurahan Alloh tersebut akan lebih berlipat jika niatan tersebut direalisasikan dalam bentuk tindakan nyata
Kiranya perencanaan hanyalan bentuk lain dari kata niat, jadi alangkah eloknya jika seseorang berniat baik dianggap sama dengan merencanakan untuk berbuat baik. perencaan yang baik adalah perencanaan yang direalisasikan.
So, mulai dari sekarang, mari niatkan kegiatan kita
Rabu, 02 Maret 2011
STUCK IN MOTIVATION
Does it tell how reality force you to sigh along the day. You’re stuck in routinity and you can’t stop it and change it into good arrangement.
life always progressing in it's own way. sometimes stream make you lost and get no way back to where we come from or even the way to escape.
Deeper and deeper the sorrow will thrust you in vulnerable position.
So, what a kind of action can you use as guidance to free from the problem siege?.
First, I need a contemplation, the past doesn't equal to the future and the past just a piece of your life. make it as a picture and leave it cause you're live in this time and for your future
Second, do you have a relative? more than one is better. a friend or more than a friend can subtitute their role. What we can do with them? Of Course, we can use them as a reflector of what we've done for our activity. They can give us another point of view of the our problem. For some reason, it is suggested for use to be selective to choose who we will talking with.
life always progressing in it's own way. sometimes stream make you lost and get no way back to where we come from or even the way to escape.
Deeper and deeper the sorrow will thrust you in vulnerable position.
So, what a kind of action can you use as guidance to free from the problem siege?.
First, I need a contemplation, the past doesn't equal to the future and the past just a piece of your life. make it as a picture and leave it cause you're live in this time and for your future
Second, do you have a relative? more than one is better. a friend or more than a friend can subtitute their role. What we can do with them? Of Course, we can use them as a reflector of what we've done for our activity. They can give us another point of view of the our problem. For some reason, it is suggested for use to be selective to choose who we will talking with.
Selasa, 01 Maret 2011
Belajar dari pola pengembangan tata kota pemerintah daerah aceh
Semenjak dilanda tsunami pada 26 desember 2004, aceh selaku daerah yang mengalami imbas terbesar, sekarang sedang melakukan pembenahan yang berarti ke arah pembangunan yang bertujuan menyejahterakan masyarakatnya. Kehidupan masyarakat yang hancur pasca tsunami, mulai berangsur-angsur dipulihkan melalui kegiatan pembangunan baik yang didanai oleh dana asing/bantuan asing maupun dana swadaya dari masyarakat domestik yang simpati terhadap penderitaan masyarakat aceh.
Jika kita menilik pada upaya pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Aceh pasca tsunami, terlihat upaya-upaya yang telah dilakukan tetap berpijak pada adat kebiasaan dan keekslusifan Aceh sebagai daerah Istimewa di Indonesia. Hal ini terlihat dari pembangunan yang dilakukan masih menjaga keotentikan aceh sebagai daerah yang dijuluki Serambi Mekah. Buktinya, pembangunan yang dilakukan tidak kebablasan dan tidak meniru pembangunan-pembangunan ala kota-kota lain di Indonesia.
Di wilayah Indonesia lain, pembangunan akan selalu dikaitkan dengan tingkat modal besar yang masuk ke daerah tersebut. Pembangunan akan dikatakan tinggi seolah direfleksikan dengan besaran jumlah mall, departemen store, bioskop, dan jumlah francise segala bentuk baik francise domestik maupun francise asing yang dibangun di kota tersebut. Dalihnya, adanya mode-mode pembangunan seperti ini akan turut menggerakkan sektor ekonomi di daerah tesebut.
Bagi para pemodal besar dan para franchisee, sangat sulit untuk ikut serta (atau malah menggempur) pembangunan di aceh. Pemerintah daerah aceh sangat selektif dan protektif terhadap orang asing yang ingin menanamkan modalnya (dan atau mengeruk keuntungan) di Banda Aceh. Regulasi yang ketat dan budaya setempat menjadi hambatan (barrier) yang tak dapat dielakkan. Secara aturan, Pemerintah Daerah Banda Aceh sangat membatasi/mempersulit akses pemilik modal tersebut untuk dapat memasuki pusat kota. Pusat hiburan ala mall diatur untuk didirikan hanya di pinggiran kota, sehingga masyarakat yang tidak memiliki akses mobilisasi yang personal akan berpikir dua kali jika ingin membeli produk atau sekedar berjalan-jalan di Pusat Hiburan di pinggir kota tersebut.
Jika kita menilik pada upaya pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Aceh pasca tsunami, terlihat upaya-upaya yang telah dilakukan tetap berpijak pada adat kebiasaan dan keekslusifan Aceh sebagai daerah Istimewa di Indonesia. Hal ini terlihat dari pembangunan yang dilakukan masih menjaga keotentikan aceh sebagai daerah yang dijuluki Serambi Mekah. Buktinya, pembangunan yang dilakukan tidak kebablasan dan tidak meniru pembangunan-pembangunan ala kota-kota lain di Indonesia.
Di wilayah Indonesia lain, pembangunan akan selalu dikaitkan dengan tingkat modal besar yang masuk ke daerah tersebut. Pembangunan akan dikatakan tinggi seolah direfleksikan dengan besaran jumlah mall, departemen store, bioskop, dan jumlah francise segala bentuk baik francise domestik maupun francise asing yang dibangun di kota tersebut. Dalihnya, adanya mode-mode pembangunan seperti ini akan turut menggerakkan sektor ekonomi di daerah tesebut.
Bagi para pemodal besar dan para franchisee, sangat sulit untuk ikut serta (atau malah menggempur) pembangunan di aceh. Pemerintah daerah aceh sangat selektif dan protektif terhadap orang asing yang ingin menanamkan modalnya (dan atau mengeruk keuntungan) di Banda Aceh. Regulasi yang ketat dan budaya setempat menjadi hambatan (barrier) yang tak dapat dielakkan. Secara aturan, Pemerintah Daerah Banda Aceh sangat membatasi/mempersulit akses pemilik modal tersebut untuk dapat memasuki pusat kota. Pusat hiburan ala mall diatur untuk didirikan hanya di pinggiran kota, sehingga masyarakat yang tidak memiliki akses mobilisasi yang personal akan berpikir dua kali jika ingin membeli produk atau sekedar berjalan-jalan di Pusat Hiburan di pinggir kota tersebut.
Kamis, 24 Juni 2010
Jalan yang Tak Seberapa Itu
Jalan itu tak pernah sepi oleh lalu lalang makhluk-makhluk pencari penghidupan. Banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari lebar jalan yang tak seberapa itu. Mungkin semakin lebar jalan itu akan semakin lebar pula rejeki yang dapat mereka raih. Mungkin (pula) semakin lebar jalan itu semakin banyak perut-perut anak-anak yang terpenuhi kebutuhan gizinya bagi anak-anak di sekitar jalan yang tak seberapa lebar itu.
Kali ini jalan itu sudah kehilangan fungsi utamanya. Jalan itu kini hanya jalan dengan pemandangan yang tidak seperti dulu. Jalan yang tidak seberapa itu kini sepi tanpa ada makhluk-makhluk pencari penghidupan itu. kemanakah mereka? (forced story)
Kali ini jalan itu sudah kehilangan fungsi utamanya. Jalan itu kini hanya jalan dengan pemandangan yang tidak seperti dulu. Jalan yang tidak seberapa itu kini sepi tanpa ada makhluk-makhluk pencari penghidupan itu. kemanakah mereka? (forced story)
experience does its fate
Did you ever think that everything's happen according to some rule that we can't neglect? yeah, that thing we usually called a destiny or a fate. people often tell that sometimes blinded destiny are happen to your life and we can not refuse all the things that it has to be.
now, what do you think if your desires are not fulfilled? desperate and hopeless are the choices that force you to taste undeligted feel.
now, what do you think if your desires are not fulfilled? desperate and hopeless are the choices that force you to taste undeligted feel.